Sertifikasi Halal ditolak Negara Muslim

Penolakan Sertifikasi Halal di Negara Muslim

Authors

  • Afin Jibrani Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

DOI:

https://doi.org/10.15642/jiir.2022.7.2.148-155

Keywords:

Halal Certification, BPJPH, LPPOM MUI

Abstract

Sertifikasi halal merupakan kegiatan pemberian label halal melalui riset dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk dipasarkan baik itu bentuknya produk ataupun jasa. Sertifikasi halal saat ini menjadi jaminan bahwa produk yang telah diberi sertifikasi halal merupakan produk yang higienis dan menyehatkan. Sertifikasi halal sebuah produk yang dilakukan oleh LPPOM MUI tidak dapat diterima atau ditolak oleh negara lain. Alasannya karena tidak ada penanggung jawab secara resmi dari otoritas Indonesia. Berbeda dengan Malaysia, yang menentukan sertifikasi produk halalnya adalah pemerintah Malaysia sendiri sekaligus bertanggung jawab jika produknya terindikasi zat yang tidak sesuai ketentuan produk halal. Pada tahun 2014 Indonesia mendirikan BPJPH sebagai penanggung jawab dari otoritas jaminan produk halal Indonesia. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah kualitatif komparatif untuk mengetahui bagaimana langkah yang harus dilakukan oleh Indonesia agar produk dengan logo halal dapat diterima oleh negara muslim maupun non muslim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menyebabkan produk halal yang disertifikasi oleh MUI tidak diterima oleh negara muslim. Hasil dari penelitian ini adalah alasan ditolaknya produk halal Indonesia di negara muslim dikarenakan negara tidak memiliki otoritas yang dapat menjamin produk halal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2010). Metode peneltian. Jakarta: Rineka Cipta.

H. Kettani, “2010 World Muslim Population,” Proc. 8th Hawaii Int. Conf. Arts Humanit., no. January, pp. 1–61, 2010.

Neuman, W.L., Djamba, Y.K. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. 7th ed. USA: Pearson.

Nugroho, U. (2018). Metodologi penelitian kuantitatif pendidikan jasmani. Penerbit CV. Sarnu Untung.

Ratanamaneichat, C., & Rakkarn, S. (2013). Quality assurance development of halal food products for export to Indonesia. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 88, 134-141.

Sugiyono, P. (2015). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tieman, M., & Ghazali, M. C. (2014). Halal control activities and assurance activities in halal food logistics. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 121, 44-57.

Ab Latiff, J. HALAL CERTIFICATION PROCEDURE IN MALAYSIA AND INDONESIA: A STUDY ON CRITERIA FOR DETERMINATION OF HALAL PHARMACEUTICAL PRODUCTS. https://scholar.archive.org/work/4qxgdshbdbarhdgyj65tbu2tdi/access/wayback/http://petita.ar-raniry.ac.id/index.php/petita/article/download/102/92.

Agus, P. A. (2017). Kedudukan sertifikasi halal dalam sistem hukum nasional sebagai upaya perlindungan konsumen dalam hukum Islam. Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, 1(1), 149-165. https://scholar.archive.org/work/hxd2sapw6re6fhppjyyqgup24q/access/wayback/https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/amwaluna/article/download/2172/1421.

Arisanti, Y., & Kurniawan, A. (2022). WISATA HALAL DI BEBERAPA NEGARA ASEAN. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(3), 5675-5682.

Chan, A. S. (2018). Rancang Bangun Aplikasi Wisata Kuliner Halal Berbasis Android. Jurnal Ilmiah Informatika, 6(02), 54-59.

Charity, M. L. (2017). Jaminan produk halal di Indonesia (Halal products guarantee in Indonesia). Jurnal Legislasi Indonesia, 14(01), 99-108. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=949898&val=14663&title=JAMINAN%20PRODUK%20HALAL%20DI%20INDONESIA.

Fathoni, M. A., & Syahputri, T. H. (2020). Potret Industri Halal Indonesia: Peluang dan Tantangan. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(3), 428-435.

Sayekti, N. W. (2014). Jaminan Produk Halal dalam Perspektif Kelembagaan. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 5(2), 193-209.

Halal Development Corporation Berhard. (2020). “Taman Halal.” https://hdcglobal.com/halal-parks/. Diakses pada 25 November 2022 pukul 19.35.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2014). “Perlu Sertifikasi Halal yang Diterima Internasional.” https://kemenag.go.id/read/perlu-sertifikasi-halal-yang-diterima-internasional-vv3n. Diakses pada 23 November 2022 pukul 08.32.

Kementerian Agama Republik Indonesia . (2014). https://simpuh.kemenag.go.id/regulasi/UU%20BPJPH.pdf. Diakses pada tanggal 3 Januari 2023 pukul 11.25.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2019). “Media Keuangan.” https://jdih.kemenkeu.go.id/download/166b288b-16f6-48c6-8997-549b7ebe4051/kaleidoskop-2019.pdf. Diakses pada 24 November 2022 pukul 07.15.

Anonim. 2012. https://finance.detik.com/industri/d-2025993/produk-halal-ri-ditolak-uni-emirat-arab-ini-penjelasan-mui. diakses pada 23 November 2022 pukul 09.44.

Movanita, A. N. K. (2019). “Mengenal Halal Park, yang Digadang Jadi Penggerak Industri Syariah.” https://money.kompas.com/read/2019/04/16/144421026/mengenal-halal-park-yang-digadang-jadi-penggerak-industri-syariah?page=all. Diakses pada 25 November 2022 pukul 10.15.

Putra, Idris R. 2014. Produk Indonesia berlabel halal MUI ditolak di luar negeri. https://www.merdeka.com/uang/produk-indonesia-berlabel-halal-mui-ditolak-di-luar-negeri.html. Diakses pada 23 November 2022 pukul 07.58.

Satria, Lintar. 2018. “Sertifikat halal Malaysia diatur oleh negara.” https://www.republika.co.id/berita/pj7m28382/sertifikat-halal-di-malaysia-diatur-oleh-negara. Diakses pada 23 November 2022 pukul 10.54.

Downloads

Published

2022-11-23

How to Cite

Jibrani, A. (2022). Sertifikasi Halal ditolak Negara Muslim: Penolakan Sertifikasi Halal di Negara Muslim. Journal of Integrative International Relations, 7(2), 148–155. https://doi.org/10.15642/jiir.2022.7.2.148-155

Issue

Section

Articles