Diplomasi K-Pop sebagai Kebijakan Luar Negeri Korea Selatan terhadap Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.15642/jiir.2023.5.2.102-113Keywords:
Diplomasi Budaya, Korea Selatan, Indonesia, Korean Wave, Soft PowerAbstract
Korea Selatan menerapkan soft power strategy yaitu diplomasi budaya melalui Korean Wave dalam hubungan diplomatiknya dengan Indonesia. Strategi ini telah memberikan respon positif terhadap hubungan kedua negara karena Korean Wave kini menjadi salah satu budaya yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Paper ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepentingan diplomasi budaya K-Pop terhadap hubungan kerjasama Korea Selatan dan Indonesia. Korean Wave yang merupakan bagian dari diplomasi budaya Korea di Indonesia dan memiliki pengaruh yang besar terhadap hubungan bilateral kedua Negara. Korea Selatan mempunyai peluang yang besar atas ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap musik K-Pop karena hal tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan kerjasama yang lebih erat dengan Indonesia, khususnya di bidang ekonomi dan sosial budaya.Downloads
References
Aziz, A. A. (2012). Hallyu sebagai Sarana Peningkatan Daya Tarik Republik Korea. Korean Studies Serie-A. 12.
Bak, L. M. (2009). The Lee Myung-Bak Administration’s Foreign Policy and National Security Vision: Global Korea the National Strategy of the Republic of Korea. Cheong Wa Dae: Office of The President.
Coplin, W. D. (1992). Pengantar Politik Internasional: Suatu Telaah Teorities CV, hal, 30. Bandung: Sinar Baru.
Economist, T. (2010, januari 25). South Korea’s Pop Culture Exports, https://www.economist.com/asia/2010/01/25/hallyu-yeah.
Jung, K. H. (2011). Cultural Diplomacy as the Means of Soft-Power in an Information Age, Jurnal Internasional. 1-4.
Kim, Y. (2011). Globalization of Korean Media. Hallyu: Influence of Korean Populer Culture in Asia and Beyond.Do Kyun Kim dan Min-Sun Kim (eds). . 37.
Leornardo. (2019). Diplomasi Budaya Korea Selatan Dan Implikasinya Terhadap Hubungan Bilateral Korea Selatan-Indonesia, 11-12.
Luthviana, S. (2019). Kepentingan Diplomasi K-Pop Korea Selatan Terhadap Indonesia Dalam Bidang Ekonomi Dan Sosial Budaya Tahun 2015-2018.
Nyarimun, S. A. (2017). Musik K-Pop Sebagai Alat Diplomasi Dalam Soft-Power Korea Selatan, Universitas Satya Negara Indonesia. 76-77.
Nye, J. S. (2004). Soft-Power: The Means to Success In World Politics. . Public Affairs: United States.
Nye, J. S. (2008). Public Diplomacy and Soft-power, The Annals of the American Academy of Political and Social Science, Vol. 616, hal 94.
Paik, J. G. (n.d.). Korean Wave as Tool for Korea’s New Cultural Diplomacy. http://file.scirp.org/pdf/AASoci20120300004_59668127.pdf.
Puimara, L. E. (2018). Kebijakan Korea Selatan Terhadap Krisis NuklirSemenanjung Korea (Skripsi S1, Universitas Indonesia, 2018). 19-31.
Suryani, E. (2014). Ni Putu Korean Wave Sebagai Instrumen Soft Power Untuk Memperoleh Keuntungan Ekonomi Korea Selatan, Universitas Indonesia. 79.
Zubaidah, Ainun Arta. 2019. "Dissertations and Thesis."Conciliator vs Bloc Leader: Perbandingan Kebijakan Barack Obama & Donald Trump dalam Merespon Pertumbuhan Ekonomi Cina 11-16.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Journal of Integrative International Relations

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
