Rekognisi Axel Honneth: Sound Horeg dan Pengakuan Sosial
Main Article Content
Abstract
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Allya Salsa Bilatul Kh, Diajeng Anugrah Cantika Sari, & Fatkurohman Nur Rangga. (2024). Perkembangan Sound System sebagai Budaya dan Kompetisi Sosial di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 2(4), 220–233. https://doi.org/10.62383/risoma.v2i4.156
Alvirtyantoro, R. (2024). Mengenal Fenomena Sound Horeg. Medcom.Id. https://www.medcom.id/hiburan/indis/Rb1DoB2N-mengenal-fenomena-sound-horeg-sejarah-dan-artinya#:~:text=Sebenarnya kemunculan Sound Horeg dimulai,) di rumah masing-masing.
Awaluddin. (2023). Dinamika Budaya Dalam Era Globalisasi: Studi Kasus Di Indonesia. Jurnal Socia Logica, 2.
Honneth, A. (1996). The struggle for recognition: The moral grammar of social conflicts. The MIT Press.
Ibrahim, I. A., Kamaruddin, S. A., & Adam, A. (2024). Pengakuan Sosial dan Ketidaksetaraan Kesehatan: Analisis Malnutrisi Melalui Lensa Teori Axel Honneth. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(4), 1451–1460.
Kistanto, N. H. (2018). Tentang Konsep Kebudayaan. Undip e Journal, 10.
Marta, R. F. (2018). Perjuangan multikulturalisme perhimpunan Indonesia Tionghoa dalam perspektif rekognisi Axel Honneth. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 4(01), 23–31.
Nusa, J. (2023). Trend Sound Horeg, Digital Native Sarat Omzet. Jurnal Nusa.
Purbaya, A. A. (2024). Pakar Unnes soal Sound Horeg: Jangan Jadi Tradisi yang Merugikan. Detikjateng.
Runesi, S. T. (2014). Pengakuan sebagai gramatika intersubjektif menurut Axel Honneth. Melintas, 30(3), 323–345.