Kelas Menengah dan Budaya Konsumsi di Indonesia
Keywords:
kelas menengah, pembangunan, konsumsiAbstract
Kelas menengah baru di negara-negara berkembang termasuk Indonesia akan terus memainkan peran sangat penting ketika memutuskan untuk mengembangkan diri mereka lebih lanjut dalam bidang industri, ekologi dan pembangunan sosial sesuai yang mereka inginkan. Kelas menengah dianggap penting dan dijadikan fokus istimewa modernisasi sosial dalam skala global karena akan memainkan peran yang lebih intensif dan penting di masa yang akan datang baik sebagai pembuat kebijakan maupun sebagai konsumen dalam pembangunan. Pembangunan Indonesia yang memunculkan kelas menengah baru mencerminkan kondisi yang sebenarnya Bangsa Indonesia saat ini. Munculnya kelas menengah baru di Indonesia akan sangat berarti jika keberadaannya membawa manfaat bagi kemajuan bangsa seperti menjadi pendorong/agen perubahan menuju kemajuan. Munculnya kelas menengah bisa menjadi awal terbentuknya civil society yang mendorong kemajuan di Indonesia. Yang menjadi masalah adalah ketika kelas ini justru malah hanya menjadi kelas tanpa kontribusi apa pun terhadap Negara. Ia justru hanya menjadi kelas penikmat, pembuat masalah bagi Negara.Downloads
References
Abdullah, Irwan, 2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Bell, David dan Joanne Hollows, “Making Sense of Ordinary Lifestyles” dalam David Bell dan Joanne Hollows (eds), 2005. Ordinary Lifestyles: Popular Media, Consumption and Taste, England: Open University
Bourdieu, Pierre. 1977. An Outline of a Theory of Practice. trans. Richard Nice. Cambridge: Cambridge University Press.
Dick, H. W. “Refleksi Lanjutan terhadap Kelas Menengah” dalam Richard Tanter dan Kenneth Young, 1989. Politik Kelas Menengah Indonesia, Jakarta: LP3ES
Featherstone, Mike, 2008. Posmodernisme dan Budaya Konsumen, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Gerke, Solvay, “Global Lifestyles under Local Conditions: The New Indonesian Middle Class” dalam Chua Beng-Huat, 2000. Consumption in Asia. Lifestyle and Identities, London dan New York: Routledge
Giddens, Anthony, 1991. Modernity and Self Identity, Cambridge: Polity Press
Hefner, Robert W., 1999. Budaya Pasar: Masyarakat dan Moralitas dalam Kapitalisme Asia Baru, Jakarta: LP3ES
Jenks, Chris, 2013. Culture: Studi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kellner, Douglas, 1996. Jean Baudrillard: From Marxism to Postmodernism and Beyond, London: Stanford University Press
Lange, Helmuth dan Lars Meier (eds), 2009. The New Middle Classes: Globalizing Lifestyles, Consumerism and Environmental Concern, Jerman: Springer
Lee, Martyn J. 2006. Budaya Konsumen Terlahir Kembali. Yogyakarta: Kreasi Wacana
Lev, Daniel S. “Kelompok Tengah dan Perubahan di Indonesia” dalam Tanter, Richard dan Kenneth Young, 1989. Politik Kelas Menengah Indonesia, Jakarta: LP3ES
Liddle, R. William, “Kelas Menengah dan Legitimasi Orde Baru” dalam Tanter, Richard dan Kenneth Young, 1989. Politik Kelas Menengah Indonesia, Jakarta: LP3ES
Lury, Celia, 1996. Consumer Culture, Cambridge: Polity Press
Pambudy, Ninuk Mardiana, “Gaya Hidup Suka Mengonsumsi dan Meniru: Beranikah Berinovasi?” dalam Prisma Vol. 31, No. 1, 2012
Ritzer, George. 2002. Ketika Kapitalisme Berjingkrang, Telaah Kritis terhadap Gelombang McDonaldisasi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
____________, 2004. The McDonaldization of Society, Revised new century edition. Thousand Oaks and London: Pine Forge Press
Tanter, Richard dan Kenneth Young, 1996. Politik Kelas Menengah Indonesia, Jakarta: LP3ES
Kompas, 8 Juni 2012
Prisma, Vol. 31. No.1, 2012
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Iva Yulianti Umdatul Izzah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The Sociology of Islam by http://jurnalfisip.uinsa.ac.id/index.php/JSI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


