https://jurnalfisip.uinsa.ac.id/index.php/publique/issue/feedJurnal PUBLIQUE2025-12-24T01:08:40+00:00Siti Azizahpublique@uinsa.ac.idOpen Journal Systems<p><strong data-path-to-node="10,0" data-index-in-node="0">PUBLIQUE </strong>is a peer-reviewed scientific journal managed by the Sociology Study Program, Faculty of Social and Political Sciences (FISIP), UIN Sunan Ampel Surabaya. As a reputable research dissemination platform, PUBLIQUE aims to bridge critical thinking from academics and researchers in understanding the complex realities of community life through in-depth social approaches.</p>https://jurnalfisip.uinsa.ac.id/index.php/publique/article/view/1407Social Construction of Batik Community Women Against the COVID-19 Pandemic in Kerek District, Tuban Regency2025-08-14T08:43:42+00:00Sutinah Sutinahsutinah@fisip.unair.ac.idHotman Siahaanhotman.siahaan@fisip.unair.ac.idMustain MustainMustain@fisip.unair.ac.idRafi Aufa Mawardirafi.mawardi@fisip.unair.ac.idRizky Bangun WibisonoRbangunwibisono@gmail.com<p>One of the MSME-based social communities affected by the COVID-19 pandemic is the Gedog batik community in Kerek District, Tuban Regency. However, women in the Gedog batik community continue to face challenges in understanding and interpreting the COVID-19 pandemic. This study analyzes the social construction of women in the batik community during the COVID-19 pandemic. This study employs Peter L. Berger’s social construction theory, utilising a phenomenological approach. Qualitative research methods were employed in this study, utilising observation and in-depth interviews as data collection techniques with 20 research informants. The data analysis technique in this study uses data collection, reduction (data categorization), data visualization, and conclusion. This study found that the interpretation of women in the batik community towards the COVID-19 pandemic has a dichotomy that pretends to be positive and negative aspects. This is due to their subjective experiences with the COVID-19 pandemic and other health policies. In addition, socio-economic background, social environment, and technology adoption are fundamental bases that contribute to forming the social construction of women in the batik community. The social construction of the COVID-19 pandemic also reflects social processes manifested in practical actions, such as affirmation (positive) or resistance (negative).</p>2025-11-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sutinah Sutinah, Hotman Siahaan, Mustain Mustain, Rafi Aufa Mawardi, Rizky Bangun Wibisono (Author)https://jurnalfisip.uinsa.ac.id/index.php/publique/article/view/1502Antara Dedikasi dan Apresiasi: Potret Disparitas Insentif Pendidik Non Formal Bidang Keagamaan 2025-11-07T01:20:08+00:00Dita Nisaul Hidayahditanisaulhidayah@gmail.comAmal Taufiqamaltaufiq70@gmail.com<p>This study aims to determine the implementation of incentives for non-formal religious educators in Bojonegoro Regency, a government policy program for community welfare. This study used a qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that two villages within the same sub-district both have non-formal religious educational institutions. However, one village receives incentives for non-formal religious educators while the other does not, resulting in a disparity in enrollment. However, this difference in enrollment does not diminish the motivation of the religious teachers at both educational institutions, who both teach sincerely to improve the religious knowledge of their students, who are the future of the nation. Robert K. Merton's structural functional theory is used as an analytical tool, explaining two functions: the first is the manifest function, such as the provision of incentives to appreciate educator dedication, improve welfare, and motivate professionalism. The second is the latent function, which is an invisible function, such as increasing community involvement, creating social inequality, and fostering dependence on government assistance.</p>2025-11-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Dita Nisaul Hidayah, Amal Taufiq (Author)https://jurnalfisip.uinsa.ac.id/index.php/publique/article/view/917Upaya Daycare dalam Mempertahankan Kepercayaan Orang Tua di Tengah Isu Kekerasan Anak Taman Penitipan Anak Bunda Imut Kota Mojokerto2024-12-31T08:22:19+00:00Astika Dwi Ratnassariastikadwiratna02@gmail.comIva Yulianti Umdatul Izzahivayulianti@uinsa.ac.id<p>Taman Penitipan Anak (TPA) atau <em>daycare </em>merupakan layanan yang dibutuhkan orang tua untuk menitipkan anak saat sibuk bekerja. Namun, di tengah isu kekerasan anak, masyarakat terutama orang tua, merasa khawatir menitipkan anak mereka. TPA Bunda Imut berupaya mempertahankan dan mempertahankan kepercayaan orang tua, yang sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mereka dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam layanan penitipan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya TPA Bunda Imut dalam mempertahankan kepercayaan orang tua di tengah isu kekerasan anak, serta memahami respon orang tua terhadap upaya TPA Bunda Imut. Penelitian ini menggunakan metode jenis kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPA Bunda Imut melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan dan mempertahankan kepercayaan orang tua, diantaranya: 1) Sosialisasi 2) Berbagi informasi kegiatan anak di grup WhatsApp 3) Rencana <em>Hom eVisit</em> 4)Peningkatan Pengawasan. Berbagai upaya tersebut mendapatkan respon positif dari orang tua. Mereka menilai langkah-langkah yang diambil TPA Bunda Imut sudah cukup baik, sehingga mereka merasa nyaman dan percaya menitipkan anak mereka di tempat tersebut saat bekerja.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Astika Dwi Ratnassari, Iva Yulianti Umdatul Izzah (Author)https://jurnalfisip.uinsa.ac.id/index.php/publique/article/view/1581Developing Social Capital of the Kader Surabaya Hebat to Alleviate Juvenile Delinquency2025-12-24T01:08:40+00:00Ratna Azis Prasetyoratna.azis.prasetyo@fisip.unair.ac.idKarnaji Karnajikarnaji@fisip.unair.ac.idNur Syamsiyahnur.syamsiyah@fisip.unair.ac.idPingkan Sekar Savirapingkan.savira@fisip.unair.ac.idRafi Aufa Mawardirafi.mawardi@fisip.unair.ac.id<p>Juvenile delinquency remains a persistent issue in major cities, including Surabaya. In response, the Surabaya City Government established a grassroots organization, Kader Surabaya Hebat (KSH), to support community-level monitoring and problem-solving at the sub-district level. This study employed a mixed-methods approach involving 50 KSH cadres in Pradah Kalikendal Sub-district. Data collection consisted of three stages: pre-test and post-test questionnaires to assess cadres’ knowledge of juvenile delinquency, and a focus group discussion (FGD) to explore challenges encountered in the field. The findings indicate that KSH cadres possess moderate to high levels of knowledge regarding juvenile delinquency and are generally well-prepared to perform their roles. However, low levels of trust between the community and KSH cadres emerged as a key challenge. As trust is a central component of social capital, its absence hinders effective collaboration and community development. This study recommends strengthening social capital by improving social relations and fostering trust-building strategies to enhance the effectiveness of KSH cadres in addressing juvenile delinquency.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ratna Azis Prasetyo, Karnaji Karnaji, Nur Syamsiyah, Pingkan Sekar Savira, Rafi Aufa Mawardi (Author)https://jurnalfisip.uinsa.ac.id/index.php/publique/article/view/1456Strategi dan Implementasi Program Rehabilitasi Sosial bagi Lansia Terlantar oleh Dinas Sosial Sidoarjo2025-12-17T20:37:15+00:00Putri Unzilaturputriunzilaturrochmah@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Artikel ini membahas strategi dan implementasi program rehabilitasi sosial bagi lansia terlantar yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo. Indonesia, termasuk Sidoarjo, mengalami penuaan penduduk yang cepat. Data BPS menunjukkan proporsi lansia (>60 tahun) naik menjadi 10,26% pada tahun 2020, dengan banyak kasus akibat urbanisasi dan perubahan struktur keluarga. Penelitian ini menggambarkan solusi konkret melalui program Dinas Sosial, membantu pencegahan masalah sosial seperti kemiskinan lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam strategi dan implementasi program rehabilitasi sosial bagi lansia terlantar yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Sidoarjo, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan maupun hambatan dalam pelaksanaannya. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan beberapa metode yang sesuai dengan jenis penelitian kualitatif, seperti studi pustaka dan dokumentasi, observasi, dan wawancara untuk mengeksplorasi berbagai tantangan dan upaya pemberdayaan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia terlantar mengalami masalah fisik, psikis, sosial, dan ekonomi yang kompleks. Meskipun pemerintah telah menjalankan berbagai program, masih terdapat kendala dalam koordinasi dan kesadaran masyarakat. Artikel ini mengusulkan perlunya kolaborasi yang lebih baik antar pemangku kepentingan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengoptimalkan program rehabilitasi sosial.</span></span></p> <p> </p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Putri Unzilatur (Author)https://jurnalfisip.uinsa.ac.id/index.php/publique/article/view/1390"Desa Bersinar" dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika: Program Unggulan Badan Narkotika Nasional Kota Batu2025-12-17T04:08:57+00:00Dinda Divandadindadivanda20@gmail.comDwi Setianingsihdwisetia@uinsa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program "Desa Bersinar" (Bersih Narkoba) oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Batu melalui perspektif Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengambil studi kasus komparatif di Desa Junrejo dan Kelurahan Temas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Desa Bersinar efektif memperkuat ikatan sosial masyarakat melalui elemen attachment, commitment, involvement, dan belief. Namun, ditemukan disparitas keberhasilan yang signifikan: di Desa Junrejo, program berjalan efektif berkat sinergi antara BNNK dan perangkat desa; sementara di Kelurahan Temas, program mengalami stagnasi akibat resistensi birokrasi lokal yang bermanifestasi dalam bentuk penolakan transparansi data kerawanan wilayah. Penelitian ini menyimpulkan adanya "patologi birokrasi" di tingkat tapak yang melumpuhkan fungsi kontrol sosial institusional. Rekomendasi strategis yang ditawarkan mencakup rekalibrasi mekanisme seleksi wilayah berbasis pakta integritas kepemimpinan serta pelembagaan kontrol sosial melalui Peraturan Desa (Perdes) P4GN.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Dinda Divanda, Dwi Setianingsih (Author)