Kasus Konflik Dalam Komunitas Penggemar Blink (Penggemar Blackpink) Dan My (Penggemar Aespa) Dalam Cyberbullying

Authors

  • Nadila Nur Sholekah Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Fathia Rahmanisa Dzakiyyarani Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Naufal Sadewa Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Yagi Aditya Muhammad Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Nur Aini Rakhmawati Institut Teknologi Sepuluh Nopember https://orcid.org/0000-0002-1321-4564

DOI:

https://doi.org/10.15642/publique.2023.4.2.91-106

Keywords:

fanwar, Cyberbullying, blackpink, aespa, tiktok

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah dua kelompok penggemar yang populer dalam industri K-pop, yaitu BLINK (penggemar Blackpink) dan My (penggemar aespa) yang sering terlibat dalam konflik online yang memiliki potensi untuk berujung pada tindakan cyberbullying yang merugikan. Fanwar ini umumnya bermula dari perdebatan mengenai berbagai aspek, seperti popularitas, kualitas musik, penampilan, dan prestasi antara dua kelompok K-pop yang berbeda.  Artikel ini akan membahas apa saja bentuk cyberbullying yang dilakukan oleh kedua komunitas. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif, dimana kami mengklasifikasikan jenis komentar fanwar yang terjadi pada 6 video Tiktok sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua kategori utama dalam cyberbullying, yaitu Denigration (fitnah/ pencelaan) dan Flaming (pelecehan dengan kata-kata kasar), merupakan jenis tindakan yang paling banyak dilakukan oleh kedua fandom tersebut. Dalam konteks ini, Denigration merujuk pada tindakan mencemarkan nama baik dan menghina kelompok atau individu yang menjadi target fanwar. Sedangkan Flaming mencakup penggunaan kata-kata kasar dan agresif dalam berdebat secara online, dengan tujuan untuk merendahkan lawan bicara. Kedua kategori ini mencerminkan tingginya intensitas emosi dan rivalitas antara kedua penggemar kelompok K-pop tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfiana, Rika N. Cyberbullying dalam Media Sosial Twitter atara K-PopFandom ARMY (BTS Fans) dan EXO-L (EXO Fans). Skripsi Jurusan Ilmu Komunikasi: Universitas Brawijaya Malang. 2020.

Carmelita, W. Persepsi Guru tentang Pengungkapan Kekecewaan Siswa SMA Melalui Pesan Twitter yang Mengarah pada Cyberbullying Terhadap Pihak Sekolah (Studi Deskriptif Kualitatif pada Guru SMK Santo Albertus Malang). Universitas Brawijaya Malang. 2013.

Eliani, Jenni M., Salis Y. Fanatisme dan Perilaku Agresif Verbal di Media Sosial pada Penggemar Idola K-Pop. Jurnal Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 3(1), 59–72. 2018.

Eliani, Jenni M., Salis Y. Fanatisme dan Perilaku Agresif Verbal di Media Sosial pada Penggemar Idola K-Pop. Jurnal Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 3(1), 59–72. 2018

Febriany, S., Santi, D., & Ananta, A. Agresi verbal di media sosial pada remaja penggemar K-Pop: Bagaimana peranan fanatisme?. INNER: Journal of Psychological Research, 1(4), 194–200. 2022.

Fridh, M. Bullying, violence and mental distress among young people. Cross-sectional population-based studies in Scania, Sweden. Doctoral Thesis (compilation). Department of Clinical Sciences, Malmö. Lund University: Faculty of Medicine. 2018

Kaplan, Andreas M., Michael Haenlein, Users of the world, unite! The challenges and opportunities of SocialMedia". Business Horizons 53(1), 59–68. 2010.

Nugraini, E.D. Fanatisme Remaja terhadap musik populer Korea dalam Perspektif Psikologi Sufistik (Studi Kasus terhadap EXO-L). 2016. Diakses pada 20 September 2023, dari http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7009/.

Pearson, R. Fandom in the Digital Era Popular Communication, 8(1), 84–95 (2010).

Perren, S., & Gutzwiller-Helfenfinger, E. Cyberbullying and traditional bullying in adolescence : Differential roles of moral disengagement , moral emotions , and moral values. European Journal of Developmental Psychology, 9(2), 195–209 (2011). DOI : https://doi.org/10.1080/17405629643168

Rahmawati, A., Hikmah, N. L., Perwira, R., Rakhmawati, N. A. Analisis topik konten channel YouTube K-pop Indonesia menggunakan Latent Dirichlet Allocation. Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 11 (1), 16–25. 2021.

Sholekah, N. N., Dzakiyyarani, F. R., Sadewa, N., Muhammad, Y. A., Rakhmawati, N. A. Dataset Analisis Kategori Cyberbullying pada Fanwar Blackpink dan Aespa. https://doi.org/10.5281/zenodo.8404913.

Solichin, I. M., Jati, B. N., Ghalib, F., Rakhmawati, N. A. Analisis Kewaspadaan dan Respon Orang Dewasa terhadap Hoax. Journal Information Engineering and Educational Technology 6 (2), 33-36. 2022

Yulianti, W. P Instagram Sebagai Media Fan War Penggemar K-Pop. Jurnal PUBLIQUE, 3(1), 2022.

Published

2023-11-28

How to Cite

Nur Sholekah, N., Rahmanisa Dzakiyyarani, F., Sadewa, N., Aditya Muhammad, Y., & Rakhmawati, N. A. (2023). Kasus Konflik Dalam Komunitas Penggemar Blink (Penggemar Blackpink) Dan My (Penggemar Aespa) Dalam Cyberbullying. Jurnal PUBLIQUE, 4(2), 90–105. https://doi.org/10.15642/publique.2023.4.2.91-106

Issue

Section

Articles