Konstruksi Maskulinitas dan Femininitas dalam Diskusi Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Akun Instagram Komunitas Perempuan Berkisah
DOI:
https://doi.org/10.15642/publique.2022.3.1.22-40Keywords:
Maskulinitas, Femininitas, Kekerasan terhadap PerempuanAbstract
Penelitian bertujuan mengidentifikasi eksistensi serta dampak konstruksi maskulinitas dan femininitas dalam diskusi kasus kekerasan terhadap perempuan di Instagram komunitas Perempuan Berkisah dan mengulas proyek komunitas Perempuan Berkisah dalam menciptakan dukungan terhadap perempuan sebagai korban kekerasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual yang menggunakan teknik pengumpulan data observasi partisipatoris, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penelitian menggunakan teori fenomenologi berdasarkan pemikiran Alfred Schutz untuk melihat fenomena yang terjadi pada konstruksi maskulinitas dan femininitas dalam diskusi kasus kekerasan terhadap perempuan di akun Instagram komunitas Perempuan Berkisah. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa; (1) Eksistensi konstruksi maskulinitas yang menuntut laki-laki menjadi lebih kuat membuat mereka berusaha mengontrol perempuan. Sedangkan konstruksi femininitas yang menuntut perempuan menjadi lebih lembut membuat mereka berusaha menuruti laki-laki. (2) Laki-laki sebagai pelaku kekerasan harus diberikan hukuman berefek jera. Sedangkan perempuan sebagai korban kekerasan harus diberikan ruang aman. Laki-laki dan perempuan saling berperan menyebarkan edukasi tentang kasus kekerasan terhadap perempuan. (3) Dampak konstruksi maskulinitas dan femininitas adalah melanggengkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan membuat kebanyakan perempuan sebagai korban kekerasan memilih diam karena mereka merasa berada di posisi tidak berdaya. (4) Diskusi kasus kekerasan terhadap perempuan di akun Instagram komunitas Perempuan Berkisah yang berlangsung melalui konten ilmu pengetahuan, pembelajaran, dan pengalaman yang berkaitan dengan perempuan di kolom komentar membuktikan kesadaran dan simpati pengikutnya terhadap perempuan sebagai korban kekerasan. (5) Proyek komunitas Perempuan Berkisah dalam menciptakan dukungan terhadap perempuan sebagai korban kekerasan dilakukan melalui bidang ekonomi, sosial, dan politik.Downloads
References
Amalia,Mia. “Kekerasan Perempuan dalam Perspektif Hukum dan Sosiokultural.” Jurnal Wawasan Hukum 25, no. 2 (2011): 406.
Arrofi, Abdulhakim danNurul Hasfi. “Memahami Pengalaman Komunikasi Orang Tua -Anak Ketika Menyaksikan Anak-Anak di Media Sosial TikTok.” Interaksi Online 7, no. 3 (2019): 204-205.
Demartoto, Argyo. “Konsep Maskulinitas dari Jaman ke Jaman dan Citranya dalam Media.” Sebelas Maret University Press, 2005.
Efrilia,Cindy. “Citra Tubuh Perempuan Taekwondo:Femininitas dan Maskulinitas Tanpa Batas.” Universitas Indonesia, 2013.
Harnoko,Rudi. “Di Balik Tindakan Kekerasan terhadap Perempuan.” Muwazah 2, no. 1 (2010): 181-185.
Komnas Perempuan. “Infografis Lembar Fakta Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2020.” diakses 2 Februari 2021. komnasperempuan.go.id.
Mannu,Fredringko Dappa. “Fenomenologi Uma Kalada (Studi Sosiologis tentang Motif Sebab dan Motif Tujuan Modernisasi Uma Kalada di Desa Omba Rade,Kabupaten Sumatera Barat Daya).” Universitas Kristen Satya Wacana, 2018.
Nasrullah, Rulli. Etnografi Virtual. Jakarta: Simbiosa Rekatama Media, 2017.
Perempuan Berkisah. “Program dan Kegiatan Komunitas Perempuan Berkisah.” diakses 17 Juni 2021. perempuanberkisah.id.
Poloma,Margareth M.Sosiologi Kontemporer. Jakarta: Rajawali, 1984.
Pujileksono, Sugeng. Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif.Malang: Kelompok Intrans Publishing, 2015.
Rahmawaty, Anita. “Harmoni dalam Keluarga Perempuan Karir:Upaya Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Keluarga.” Palastren 8, No. 1 (2015): 3.
Responsi Bank Indonesia. “Terjerat Kasus Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal.” diakses 27 Juni 2021. responsibank.id.
Rokhmansyah, Alfian, Nita Maya Valiantien, dan Nela Putri Giriani. “Kekerasan terhadap Perempuan dalam Cerpen-Cerpen Karya Oka Rusmini.” Litera 17, no. 3 (2018): 282-283.
Sedarmayanti dan Syarifudin Hidayat.Metodologi Penelitian.Bandung: Bandar Maju, 2011.
Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif.Bandung: Al-Fabeta, 2011.
Wandi,Gusri.“Rekonstruksi Maskulinitas:Menguak Peran Laki-Laki dalam Perjuangan Kesetaraan Gender.” Jurnal Ilmiah Kajian Gender 5, no. 2 (2015): 248-251.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Dyah Ayu Sitaresmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









